Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke XXII tahun2017 yang puncak acaranya dipusatkan di Kota Makassar Sulawesi selatan, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla Kamis (10/8).

Hakteknas digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai ajang tahunan untuk memperingati tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Harteknas awalnya berupa penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung, Jawa Barat.

Pada puncak peringatan di Makassar, Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Ristekdikti M. Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kegiatan ini diikuti tokoh pendidikan dan riset teknologi dari seluruh Indonesia.

ìSetelah 21 tahun, ini untuk pertama kalinya puncak peringatan Hakteknas dipusatkan di luar Jawa,î kata Menristekdikti M. Nasir saat sambutan di hadapan Wapres, sembari menyebutkan tahun depan peringatan digelar di Riau.

Menristekdikti M. Nasir mengungkapkan sejumlah alasan memilih Makassar sebagai pusat peringatan Hakteknas tahun ini. Pertimbangannya antara lain Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia, pelabuhan terpadat, pelabuhan rakyat perikanan terbesar, serta dinamika pembangunan pesisir yang tinggi.

Selain itu Sulsel dengan struktur ekonominya masih membutuhkan teknologi baru bagi penciptaan nilai tambah di kegiatan industri.

Nasir mengatakan, Hakteknas sebagai ajang apresiasi keberhasilan anak bangsa di bidang teknologi. Peringatan tahun ini dirangkaikan dengan penerapan sejumlah hasil riset di berbagai bidang. Antara lain bakti teknologi berupa penanaman serta panen serentak padi unggulan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Sebelumnya, Kemristekdikti juga menginisiasi pembuatan kapal nelayan dengan pelat datar, menyerahkan konverter kit bahan bakar gas bagi nelayan, serta beragam kegiatan penyemarak seperti jalan santai dengan tiga ribu peserta.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla menyebutkan, ilmu pengetahuan sebagai satu dari tiga kebutuhan mutlak bagi kemajuan bangsa. Hal lain yang tak kalah penting adalah semangat dan prinsip kedamaian. Jika masing-masing kebutuhan dipenuhi, Indonesia diyakini mampu bangkit dan bersaing dengan negara maju lainnya.

ìKita hadir di sini untuk memperbarui semangat kita, yang selalu ingin maju. Bukan hanya datang untuk merayakan apa yang telah didapatkan di masa lalu, tapi juga memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan,î kata Wapres Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Kalla mengatakan, Indonesia punya 260 juta penduduk yang butuh banyak kebutuhan dasar. Untuk memenuhinya, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Teknologi dibutuhkan untuk menghadirkan nilai tambah produk.

Dalam kata Sambutan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, “inovasi bagi anak indonesia harus lebih ditingkatkan dan pembangunan nasional yg efektif serta penguasaan inovasi teknologi diindonesia dapat dimulai dari pembangunan desa agar bisa bersaing di pangsa pasar dunia,” katanya.

Turut mendampingi Wapres. RI dan Rombongan antara lain :

1. Gubernur Sulsel Bpk. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo S.H., M.Si, M.H,
2. Walikota Makassar Bpk. Ir. H. Danny Pomanto.
3. Pangdam XIV/HSN Mayjend TNI Agus Surya Bakti.
4. Kapolda Irjen Pol Muktiono beserta Ibu.
5. Pangkoopsau II Marsda TNI Yadi Indrayadi.
6. Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto.
7. Danlantamal VI/Mksr Laksma TNI Yusup.
8. Kabinda Sulsel Brigjen TNI Amping Bujasar.
9. Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Tedi Rizalihadi.
10. Jajaran pejabat TNI POLRI dan SKPD Prov. Sulsel lainnya.
11. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol DR. Endi Sutendi, S.ik, SH. MH

Seusai pembukaan Hakteknas, Bapak Wapres H. M. Yusuf Kalla dan rombongan bergerak menuju Ritech Expo 2017 yang masih berada di dalam kawasan yang sama (CPI), Peninjauan Ritech Expo 2017 diawali dengan pelepasan tali simpul sebagai tanda peresmian pembukaan Ritech Expo 2017. Di hadapan para tamu undangan se SKPD Makassar dan Muspida serta ribuan masyarakat.

(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *