Tahun 2019, Kemenristekdikti Bangun National Techno Park

Minggu, 1 Oktober 2017 | 20:33 WIB


Tahun 2019, Kemenristekdikti Bangun National Techno Park

Jakarta – RISET Pro.
Kemenristek akan membangun National Techno Park. Ditargetkan pembangunannya
akan dimulai pada 2019. Namun belum disebutkan lokasi National Techno Park
tersebut.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) M. Nasir juga
menyatakan, Kemenristek juga berencana membangun 100 Science Techno Park
yang menggabungkan tiga komponen yakni pendidikan dan pelatihan, riset dan
penelitian serta pengembangan bisnis. Pihaknya mendorong sinergi triple helix untuk
penguatan techno park dengan keterlibatan akademisi, industri dan pemerintah.

Saat ini Indonesia memiliki sembilan techno park di antaranya di Solo, Bandung,
Batam, dan Cilegon.

“Jadi techno park-tecnho park ini akan dikembangkan dan terintegrasi di National
Techno Park,” ucap Nasir dalam keterangan tertulis dari Pemkot Tangsel, Sabtu
(30/9/2017).

Nasir mengatakan itu saat memberikan keterangan pers usai pembukaan Puspitek
Innovation Festival (PIF) di Graha Widya Bhakti kawasan Puspitek, Kota Tangerang
Selatan, hari ini. PIF diselenggarakan pada 29 September hingga 1 Oktober 2017.

Menurut Nasir, saat ini inovasi di Indonesia masih terkendala dengan anggaran yang
ada. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya support yang bersumber pemerintah
yaitu 80 persen dibandingkan dengan anggaran yang disalurkan melalui swasta.

“Di negara-negara berkembang, inovasi sudah 80 persen didanai oleh swasta,
sisanya pemerintah. Sementara di negara kita, 80 persen masih didanai pemerintah
sehingga perkembangan teknologi inovasi masih sangat terbatas anggaran,”
terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong dan mencari cara agar pihak swasta dapat
bekerja sama, dalam memberikan anggarannya untuk mendorong inovator muda
dalam mengembangkan inovasi mereka. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.

“Kami akan membuat regulasi-regulasi agar pihak swasta dapat membantu dalam
hal pengembangan inovasi bagi inovator-inovator muda,” ujar Nasir.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menyampaikan, pihaknya
memiliki beberapa program unggulan dalam hal inovasi. Salah satu di antaranya
adalah pembangunan Gedung Innovation Center yang ada di kawasan BSD.

Nantinya gedung ini akan dapat digunakan oleh inovator-inovator muda di Kota
Tangsel, dalam mengembangkan inovasi dan teknologi tepat guna. Gedung itu kelak
dapat digunakan oleh pemerintah.

Selain berinovasi, Pemkot Tangsel juga berprestasi dalam hal investasi. Pemkot
Tangsel meraih dua penghargaan yaitu sebagai salah satu Kota Terbaik dan sebagai
Kota Potensial Kategori Investasi. Penghargaan diraih pada event Indonesia’s
Attractiveness Award (IAA) 2017.

Indonesia’s Atrractiveness Award 2017 adalah sebuah event yang diselenggarakan
oleh sebuah majalah nasional bekerja sama dengan perusahaan konsultan
nasional. Tujuannya untuk mendorong daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk
meningkatkan investasi dan mengelola pembangunan ekonominya.
sumber :

detik.com, Puspiptek Innovation Festival.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *