Pemerintah Dorong 2000 Start-Up Baru

Minggu, 15 Oktober 2017 | 23:46 WIB


Pemerintah Dorong 2000 Start-Up Baru

BANDUNG, RISET-Pro.

 

Pemerintah saat ini terus mendorong lahirnya banyak enterpreneur baru berbasis teknologi  atau yang lebih  dikenal  dengan  pengusaha  start-up.  Diperkirakan  ada dua ribu pengusaha start-up di berbagai bidang yang terus berkembang dan diharapkan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Harapan  ini  disampaikan  oleh Direktur Jenderal Penguatan  Inovasi  Kemenristekdikti Jumain  Appe,  dalam  sambutannya membuka  ITB  CEO  NET X Technopreneurship Festival 2017 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB bekerja sama dengan Kemristekdikti, (12/10/2017) di Aula Barat Kampus  ITB Bandung.

 

ITB  CEO  NET  X  Technopreneurship  Festival  2017   yang   mengambil  tema tentang  “Kolaborasi  membangun infrastruktur  dan  ekosistem  inovasi”  ini dihadiri sejumlah pelaku industri di bidang teknologi informaasi seperti dari Samsung,  Ericson,  PT Industri  Telekomunikasi  Indonesia (PT INTI),  para peneliti di bidang teknologi dan masih banyak lagi pelaku di bidang inovasi pengembangan iptek.

 

Selain diisi seminar, acara ini juga memamerkan beberaapa hasil riset di bidang teknologi informasi, transportasi  dan  pertahanan  keamanan. Di bidang  teknologi  informasi  dipamerkan  beberapa  temuan  periset  ITB seperti handphon Digicoop, smart cart, teknologi radar,  BTS,  alat ukur  pemetaan  lahan, dan pesawat tanpa awak.  Sementara  di bidang   pertahanan  keamanan  dipamerkan berbagai jenis perlengkapan pertahanan keamanan seperti persenjataan dan sistem teknologi pertahanan.

 

Kemristekdikti sendiri saat ini terus mendorong lahirnya pengusaha start-up baru dengan memberikan berbagai fasilitas seperti pendanaan dan apresiasi lainnya. Khusus  untuk pendanaan,  Kemristekdikti telah menganggarkan lebih   dari  300  miliar   untuk  mendorong   pengusaha   start -up  baru.

“Kami akan mendorong lebih cepat lagi pertumbuhan start-up dengan lebih banyak mendengarkan dan membina mereka” jelasnya.

Jumain  meyakini,  Indonesia  akan  maju  dengan  didukung   adanya  inovasi  di bidang  ilmu  pengetahuan  dan teknologi.  Bahkan, masuknya bisnis berbasis teknologi sebagaimana ojek online, online shop dan semua aplikasi online  dalam  setiap  transaksi  tidak bisa dihindari dan harus segera diadopsi menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Lebih  lanjut  Jumain  menjelaskan  bahwa   kampus  harus  bersinergi  dengan  industridan  pemerintah  dalam mendorong  penelitian  untuk  bisa  diterapkan  di industri.  Dengan  cara  demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti di tahap penelitian, namun benar benar bisa diaplikasikan dalam industri.

 

Ada lima prinsip inovasi  agar mampu diterapkan dan menjadi bagian dari  industri yang maju. Pertama, inovasi harus didasarkan pada kreativitas, inovasi harus bersinergi dengan segala sektor, inovasi harus bisa bekerjasama atau   berkolaborasi   dengan  semua  lini,   inovasi  harus   berprinsip   keterbukaan   informaasi   dalam   rangka akuntabilitas dan inovasi harus ada kesetaraan.

“Dengan dasar itulah maka inovasi akan bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa,”  jelasnya.
sumber:

www.ristekdikti.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *