ASEAN Committee on Science and Technology (COST-73)

Rabu, 18 Oktober 2017 | 5:41 WIB


ASEAN  Committee on Science and Technology (COST-73)

Nay Pyi Taw- Myanmar, RISET-Pro.

 

Asean memiliki peran signifikan dalam pengembangan sains, teknologi, dan inovasi. Pemantapan peran tersebut semakin terlihat dalam pembukaan Committee On Science and Technology (COST) ke-73 di Myanmar International Convention Center (MICC) 2, Selasa (17/10).

Deputy Minister Of Education U Win Maw Tun yang membuka acara  secara resmi menyampaikan bahwa peran Asean dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi tidak hanya menjadi wacana saja, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asean.

“Lewat COST ke-73 ini, Kita harus mendapatkan solusi dari berbagai ide dan masalah yang terjadi lewat peningkatan peran Asean di ketiga bidang tersebut. Di Myanmar sendiri Kami sangat membuka peluang kerja sama dengan negara Asean untuk transfer teknologi ataupun kerjasama riset. Ini pada akhirnya akan membuat Asean semakin kuat dan batas negara bukan menjadi penghalang,” ungkapnya.

Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut juga dilakukan penyerahan COST Chairman dari sebelumnya Tung Ciny yang berasal dari Kamboja kepada Aye Mint yang berasal dari Myanmar. Keduanya bersepakat bahwa penyerahan ini akan menjadi momen pengembangan terus negara Asean menjadi negara yang cukup kompetitif dalam bidang sains, teknologi dan inovasi.

“Sebelumnya di Kamboja, COST sudah menghasilkan kesimpulan agar ketiga bidang lebih diprioritaskan untuk peningkatan ekonomi warga Asean. Di Myanmar kami akan coba melanjutkan hal tersebut sekaligus membahas bagaimana mempertahankan strategi APASTI (Asean Plan of Action On Science Technology and Innovation) tahun 2016-2025,” ujar Aye Mint.

Pemantapan peran Asean sendiri menurut Aye Mint juga dikembangkan dengan membuka peluang kerja sama dengan Negara India, Amerika Serikat, dan Rusia.

Dalam COS-73, Delegasi  Indonesia diwakili oleh Kepala Puspiptek Sri Setiawati. Hasil COST-73,  kesimpulannya akan secara resmi dibawa ke forum para Menteri yaitu AMMSTI.

 

sumber :

www.ristekdikti.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *