Rakor Komponen 1 RISET-Pro : Capaian Kegiatan

Minggu, 29 Oktober 2017 | 11:57 WIB


Rakor Komponen 1  RISET-Pro : Capaian Kegiatan

Batam , RISET-Pro.

 

Research and Innovation in Science and Technology – Project (RISET Pro) Komponen 1, mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi RISET-Pro Komponen 1, di Batam, 25-27 Oktober 2017 . Agenda Utama Kegiatannya adalah Paparan capaian dan Kemajuan Kegiatan Komponen 1 , termasuk capaian dan kemajuan  kegiatan sub-sub komponen kegiatan  1A1, 1A2, 1A4, 1B1, 1B2, 1B3.

Kegiatan  Rakor Komponen 1  antara lian diikuti oleh : Sekretaris PMO RISET-Pro, Tim Komponen 1 beserta PIC RISET-Pro Sub Komponen 1A1/ 1b2, komponen 1A2, 1A4, 1B1, 1B3, Direktorat KST Kemenristekdikti , dan Monev RISET Pro.

CAPAIAN SUB-SUB KOMPONEN 1

Saat Rakor disampaikan paparan Capaian Sub Komponen 1A1 yang antara lain adalah Naskah akademis mengenai postur STP, terutama dari segi kebutuhan dan profil Sumber Daya Manusia. Kajian tersebut memetakan tantangan STP di masa mendatang terkait pemenuhan kebutuhan SDM yang profesional dalam melakukan tugas dan fungsi STP dengan baik antara lain knowledge production, incubation, dan intermediation. Kajian tersebut juga mengungkapkan beberapa permasalahan terkait kelembagaan STP di dalam LPNK, terutama dalam kaitannya dengan pusat studi (research center) dan pusat intermediasi di masing-masing LPNK.

Naskah akademis mengenai teknologi pertanian dan pangan, yang meng- identifikasi kebutuhan dan perkembangan teknologi yang akan mempengaruhi sektor pertanian dan pangan secara signifikan, terutama di Indonesia. Kajian ini akan disosialisasikan kepada LPNK maupun pihak terkait lainnya agar dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana penelitian dan pengembangan di masa mendatang.

Capaian 1A2 adalah Naskah akademis mengenai business plan STP (Science Techno Park). Kajian ini menghasilkan rencana bisnis maupun rencana aksi pengembangan STP pertanian yang menjadi studi kasus di dalam kegiatan RISET-Pro. Kajian tersebut merumuskan model penguatan STP pertanian dan rekomendasi-rekomendasi strategis terkait pengembangan STP pertanian sebagai salah satu platform SINas, termasuk adalah model bisnis yang dapat dipakai oleh STP Pertanian.

Capaian 1A4 adalah Kertas kebijakan mengenai regulasi yang dibutuhkan untuk penguatan fungsi lembaga TTO LPNK. Kertas kebijakan ini berisikan draft rekomendasi terkait Norma, Standar, Proses, dan Kriteria (NSPK) pengelolaan TTO yang baik di LPNK.

Kertas kebijakan mengenai cetak biru teknologi impor. Kertas kebijakan tersebut memuat identifikasi impor teknologi yang dibutuhkan di Indonesia, kondisi yang akan dicapai, serta arah kebijakan terkait impor teknologi.

Capaian 1B1 adalah Naskah akademis mengenai telaah struktur kelembagaan TTO di dalam LPNK. Kajian ini mencermati hubungan antara kelembagaan yang menjalankan fungsi diseminasi dan komersialisasi teknologi, khususnya di Pusat Pelayanan Teknologi BPPT dan Pusat Inovasi LIPI, dan jaringan front office pusat-pusat penelitiannya.  Kertas kebijakan mengenai desain penyelarasan TTO dan pusat penelitian di LIPI dan BPPT terkait dengan visi dan misi Strategi Inovasi Nasional. Desain awal ini disajikan dalam 3 skenario manajemen perubahan.

 

 

Capaian 1B2 adalah Kajian akademis mengenai rencana pengembangan kelembagaan TTO dan model bisnis TTO. Kajian ini memuat rencana pengembangan kelembagaan TTO yang terdiri dari rencana aksi dan peta jalan, serta model bisnis TTO yang baik di LPNK.

Dan Capaian 1B3 adalah Kajian akademis mengenai proses, mekanisme, dan model hilirisasi di LPNK berdasarkan studi kasus upaya hilirisasi empat invensi. Kajian tersebut memaparkan proses hilirisasi dan upaya mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

 

(editor/risetpro/ 27102017)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *