Jusuf Kalla Resmikan Dua Fasilitas Nuklir di Tangerang Selatan

Rabu, 22 November 2017 | 7:53 WIB


Jusuf Kalla Resmikan Dua Fasilitas Nuklir di Tangerang Selatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla Meresmikan Dua Fasilitas Nuklir, dari kiri ke Kanan: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Kepala BATAN Djarot S. Wisnubroto, Menristekdikti Mohamad Nasir dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Serpong , RISET-Pro.

 

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan 2 fasilitas nuklir Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) dan Laboratorium Radioisotop dan Radiofarmaka. Wapres JK mengapresiasi kemampuan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam menguasai teknologi nuklir dan mendorong agar pemanfaatan teknologi nuklir perlu lebih dipromosikan ke masyarakat luas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung.

“Ini merupakan kebanggaan kita dapat menguasai teknologi yang tinggi. Apalagi tenaga nuklir yang menjadi perhatian dunia. Saya bilang hanya perlu promosi yang kuat, pengenalan nuklir ke masyarakat,” kata Jusuf Kalla.

Wapres menginginkan agar teknologi nuklir dapat membantu permasalahan komoditas pangan di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah negara agraris maritim dengan potensi keanekaragaman produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang sangat melimpah. Produk komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan makanan, obat, kosmetika dan bahan baku industri. Kondisi iklim tropis, membuat sebagian besar produk kerapkali cepat matang, mudah busuk atau rusak, dikarenakan sistem transportasi nasional yang belum memadai.

“Kalau mangga sudah matang, terus kita simpan, 2 atau 3 hari sudah hitam (busuk). Tapi kalau ini (dengan iradiator), bisa 2 minggu. Kenapa mangga kita tidak laku? Karena sampai di negeri orang sudah busuk, daya tahannya kurang,” papar Wapres.

Menurutnya, penelitian akan bermanfaat kalau sudah dimanfaatkan oleh pelaku industri. Untuk itu ia mendorong agar penelitian diiringi dengan promosi baik ke pelaku usaha, pasar, maupun masyarakat.

“Kita punya radiofarmaka untuk kesehatan, dokter-dokter harus tahu, oh ini bisa dipakai. Buka open house agar perusahaan-perusahaan tertarik memanfaatkan teknologi nuklir, termasuk meyakinkan (teknologi nuklir) tidak berbahaya,” pungkas Jusuf Kalla.

 

IGMP dan Laboratorium Radioisotop dan Radiofarmaka

Iradiator Gamma dinamakan Merah Putih karena merupakan hasil karya anak bangsa dengan kandungan lokal lebih dari 84 persen. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mampu menguasai teknologi baik desain, pembangunan maupun pengoperasian fasilitas nuklir. Selain itu, fasilitas yang menelan dana 110 miliar ini dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia bila kelak akan membangun fasilitas serupa, utamanya di dekat pelabuhan yang menjadi pintu lalu lintas distribusi komoditas.

Fungsi iradiator sebagai fasilitas pengawetan bahan makanan, obat, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan. Dengan menggunakan iradiator, bakteri pembusuk pada bahan makanan akan mati sehingga memperpanjang masa penyimpanan.  IGMP didesain dengan kapasitas 2 megacurie yang mampu melakukan radiasi produk hingga 123 meter kubik per hari.

Sedangkan laboratorium radioisotop dan radiofarmaka adalah fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pengembangan dan pendayagunaan radioisotop dan radiofarmaka. Saat ini, BATAN sudah menghasilkan 5 produk litbang untuk diagnostik dan terapi, yang telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Sebelumnya, sudah ada laboratorium lama dengan skala sangat kecil sehingga tidak dapat menampung lagi kegiatan litbang yang dilakukan BATAN. Untuk itu BATAN membangun laboratorium baru untuk mewadahi kegiatan yang semakin luas. Misalnya, produk 131 I MIBG (metaiodobenzylguanidine)  yang saat dibuat skala kecil di laboratorium lama hanya untuk diagnosis, kini dapat ditingkatkan skala produksinya untuk terapi. 131I MIBG digunakan untuk diagnosis kanker neuroblastoma, kanker yang berasal dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak.

Saat ini laboratorium telah mendapat izin operasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Dengan dikeluarkannya izin ini, lingkup kegiatan dan kapasitas produksi radioisotop dan radiofarma dapat lebih ditingkatkan sehingga masyarakat luas dapat lebih merasakan manfaat produk karya putra-putri negeri ini,

 

Sumber :

BATAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *