Potensi Alih Teknologi Impor Pada Tiga Kelompok Industri

Senin, 4 Desember 2017 | 10:25 WIB


Potensi Alih Teknologi Impor Pada Tiga Kelompok Industri

Paparan Yales Vivadinar terkait Technology Transfer Office (TTO)

Denpasar, RISET-Pro.

 

Hasil kajian dan analisa Tim RISET-Pro Komponen 1.A.4 terkait Potensi Alih Teknologi, terdapat pada Tiga Kelompok Industri, yaitu Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi, Industri Manufaktur, dan Industri Ekstraksi Sumber Daya Alam. Hal ini disampaikan oleh Yales Vivadinar, Ph.D, pakar Strategic Management, di sela acara RISET Pro Komponen 1, Denpasar, 23-25 November 2017.

Alih teknologi adalah pengalihan kemampuan memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan atau orang, baik yang berada dalam lingkungan dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri ke dalam negeri atau sebaliknya.

Menurut Yales, area potensi alih teknologi impor dari  industri perangkat lunak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri atas Proses inovasi dalam pembuatan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi. Untuk produk kapital yang berupa platform perangkat lunak TIK umumnya sulit dilakukan karena sifatnya yang berada pada jaringan pemilik teknologi. Sedangkan produk akhir perangkat lunak TIK relatif lebih mungkin untuk dilakukan.

Terkait area potensi alih teknologi impor untuk  Industri Manufaktur yang dibutuhkan oleh industri dalam negeri, Yales yang alumni Universitas Indonesia ini mengatakan pengembangan teknologi proses di manufaktur untuk meningkatkan efisiensi. Potensi pembuatan produk kapital dalam manufaktur dibutuhkan untuk dapat membuat mesin atau alat yang serupa. Sedangkan potensi produk hasil manufaktur dibutuhkan untuk memperbanyak variasi produk manufaktur yang ada di Indonesia.

“Untuk  area potensi alih teknologi impor Industri Sumber Daya Alam, potensinya terdapat di proses ekstraksi sumber daya alam yang dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Potensi pembuatan produk kapital untuk membuat mesin sebagai alat bantu proses dan variasi produk akhir,” tutup Yales.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *