Alumni Karyasiswa RISET-Pro Teliti Awan MCC

Rabu, 20 Desember 2017 | 17:43 WIB


Alumni Karyasiswa RISET-Pro Teliti Awan MCC

Dr. Trismidianto, MSi, Alumni Karyasiswa Program Gelar RISET-Pro angkatan 2013 dari LAPAN.

Jakarta, RISET-Pro.

 

Alumni karyasiswa RISET-Pro, Trismidianto fokus melakukan penelitian awan MCC (Mesoscaleconvective complexe). MCC adalah sistem konvektif skalameso yang terorganisir dan berbentuk lingkaran. Dapat terjadi di lintang tropis dan sub tropis dengan waktu hidup yang lama (di atas 6 jam).

 

 

Saat ditemui di acara Re-Entry Program Gelar dan Non Gelar RISET-Pro di Jakarta, 8-10 Desember 2017, peneliti LAPAN angkatan 2013 ini memaparkan tentang penelitiannya dalam menjawab klimatologi dan karakteristik MCC, mekanisme perkembangan dan pergerakan MCC, MCC yang memengaruhi kondisi lingkungan  di sekitarnya dan kontribusi MCC terhadap curah hujan ekstrem.

Trismidianto yang memperdalam penelitiannya di Hirosaki University, Jepang ini menyampaikan tentang berbagai keahlian yang di dapat selama studinya, seperti memperoleh pemahaman tentang dinamika atmosfer (terkait MCC), mendapatkan keterampilan pemrograman/ pengolahan data meteorologi dari radar, satelit dan juga observasi.

 

Terkait Riset MCC menurut peraih gelar S3 ini, konveksi Indonesia adalah yang paling aktif dan terkuat di dunia sehingga dianggap sebagai daerah dimana kopling vertikal paling banyak terjadi. Konveksi aktif di wilayah khatulistiwa menghasilkan variasi gelombang atmosfer, seperti gelombang katulistiwa, pasang surut atmosfer, dan gelombang gravitasi dengan cara yang masih kurang dipahami.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada  RISET-Pro dan LAPAN yang telah memberikan kesempatan meraih beasiswa program gelar RISET-Pro dan menyelesaikan studi S3 di Hirosaki University. Melalui Re-Entry Program RISET-Pro ini dalam 5 tahun ke depan saya berencana akan menyosialisasikan kepada masyarakat akademik dan umum pentingnya pemahaman MCC dan dinamika atmosfer lewat seminar, workshop, kuliah umum, kolokium dan bimbingan,” ungkapnya.

Selanjutnya Trismidianto berencana memasukkan MCC dan prediksi curah hujan ekstrem ke dalam Decision Support System (DSS) Sadewa, sebagai sistem peringatan dini cuaca yang sudah dibangun oleh unit kerjanya. Selain itu juga melakukan validasi dan simulasi serta perkembangan Sadewa (Satellite Disaster Early Warning System) yang merupakan sistem peringatan dini bencana.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *