LIPI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,22 Persen di 2018

Sabtu, 23 Desember 2017 | 19:12 WIB


LIPI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,22 Persen di 2018

Jakarta, RISET-Pro.

 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memprediksi kondisi ekonomi Indonesia 2018 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Ekonomi negeri ini diperkirakan tumbuh sekitar 5,22 persen. Pertumbuhan tersebut naik dibandingkan tahun 2017   yang diprediksi hanya 5,1 persen.
 
Prediksi ini didasari komitmen pemerintah untuk menjaga kondisi ekonomi makro agar tetap stabil. “Pertumbuhan  ekonomi tahun depan tidak akan jauh beda dengan tahun ini, namun ada perbaikan-perbaikan. Perkiraan kami tumbuh sekitar 5,22 persen,” kata Agus Eko Nugroho, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI dalam kegiatan “Economic Outlook 2018: Penguatan 4 Pilar Daya Saing dan Inklusifitas Perekonomian Nasional” pada Kamis, 14 Desember 2017  di LIPI Pusat Jakarta.
 
Agus menuturkan, konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama yang memengaruhi ekonomi Indonesia di 2018. Kondisi ekonomi tidak naik signifikan karena faktor perlambatan konsumsi rumah tangga. Meski sejak 2011 terlihat kecenderungan perlambatan konsumsi rumah tangga akibat peningkatan upah buruh dan petani yang tidak signifikan, Agus menyoroti perlambatan konsumsi rumah tangga juga dipengaruhi oleh inflasi. “Inflasi ini disumbang sektor perumahan, energi, komunikasi dan transportasi. Sementara itu pengaruh pangan terhadap inflasi di 2018 akan semakin kecil,” jelasnya.
  
Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Maxensius Tri Sambodo menyambung, kondisi eksternal juga menjadi faktor penentu ekonomi pada 2018. Kondisi eksternal memberikan ruang optimis atas posisi tawar Indonesia yang semakin baik, seperti posisi daya saing, kemudahan berbisnis, peringkat negara tujuan investasi, dan peringkat hutang. Dorongan dinamika transaksi online yang masif pada tahun sebelumnya akan terus terjadi di tahun depan dalam kondisi persaingan yang semakin dinamis. Hal ini tentu saja menuntut langkah-langkah lanjutan dari para pelaku bisnis  untuk bersaing membangun efisiensi transaksi dan memberikan kemudahan sebesar-besarnya kepada konsumen. “Untuk itu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan instansi terkait lainnya perlu bersatu padu untuk memastikan terbangunnya tata kelola yang handal seiring dengan booming bisnis di transaksi online,” harapnya.
 
Maxensius juga melihat perubahan postur keuangan negara juga memberikan ruang lebih besar pada peran pemerintah desa. Untuk itu, peran pemerintah desa perlu dikelola dengan lebih baik untuk memastikan kebijakan makro-meso-mikro berjalan lebih sinergis. Serta sekat-sekat ego sektoral kementerian diharapkan dapat lebih cair lagi di tahun depan. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kebijakan-kebijakan yang saling kontra produktif.

 

Berikut ini Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2018 :

  1. Institute For Development of Economics and FinanceINDEF) memproyeksikan pertumbuhan ekonominasional pada tahun 2108 sebesar 5,1 persen atau setara dengan proyeksi Bank Indonesia sebesar  5,1 hingga 5,5 persen.
  2. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesiapada 2018 berada di kisaran 5 persen- 5,2 persen. Perkiraan tersebut di bawah penetapan target dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.
  3. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun anggaran 2018 mendatang sebesar 5,4 persen, dengan tingkat inflasi 3,5 persen, nilai tukar rupiah terhadap dollar AmerikaSerikat (AS) Rp13.500, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan rata-rata 5,3 persen, asumsi harga minyak rata-rata sebesar 48 dollar AS per barrel, volume ekspor minyak dan gas bumi 2 juta barrel perhari, dan lifting produksi minyak sebesar 800 ribu barrel per hari dan gas 1,2 juta barrel per hari.
    Angka-angka tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo  saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 disertai nota Keuangan, pada Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, 16 Agustus 2017.

 

 

Sumber :

lipi.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *