Pemanfaatan RISTEK di Industri Nasional Masih 3 Persen

Sabtu, 23 Desember 2017 | 18:50 WIB


Pemanfaatan RISTEK di Industri Nasional Masih 3 Persen

Jakarta, RISET-Pro.

 

Pemanfaatan riset dan teknologi di industri nasional baru mencapai 3 persen. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA)  BPPT, Wimpie Agoeng Noegroho, saat membuka acara Bakohumas BPPT 2017, dengan tema “Strategi Diseminasi Informasi Produk  Inovasi dan Layanan Teknologi BPPT untuk Percepatan Pembangunan Nasional” di Kantor BPPT, Jakarta, Selasa, 19 Desember 2017.

Wimpie berharap pemanfaatan teknologi dalam negeri meningkat, agar hasil inovasi serta layanan teknologi BPPT yang disertai fasilitas lengkap dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk kemandirian bangsa.

 

BPPT telah banyak menghasilkan inovasi, seperti membuat garam farmasi dan sudah diproduksi oleh Kimia Farma. Ada juga Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB), semacam pengganti radar yang bisa dipakai bandara kecil atau melengkapi bandara besar. Kemudian pesawat tanpa awak atau drone dan lainnya. Selain inovasi,  BPPT juga memberikan layanan teknologi seperti melakukan pra studi kelayakan Kereta Api Jakarta – Surabaya.

 

“Apa yang dihasilkan oleh BPPT, pemanfaatannya untuk pembangunan nasional masih terbatas. Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia memiliki komitmen untuk memakai inovasi teknologi dan produk dalam negeri, agar kemandirian bangsa dapat kita wujudkan bersama,” ungkap Wimpie.

 

 

Kegiatan Bakohumas BPPT 2017 ini digelar dengan tujuan agar pemangku kepentingan serta masyarakat dapat mengetahui apa saja inovasi dan layanan teknologi BPPT, yang sangat strategis untuk didorong pemanfaatannya dalam percepatan pembangunan nasional.

 

 

Sumber :

bppt.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *