Kemenristekdikti Undang Ilmuan Diaspora Indonesia ke Tanah Air

Jumat, 5 Januari 2018 | 11:31 WIB


Kemenristekdikti Undang Ilmuan Diaspora Indonesia  ke Tanah Air

JAKARTA – RISET-Pro.

 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali mengundang para ilmuwan Diaspora Indonesia kembali ke Tanah Air dalam rangka Program World Class Scholars (WCS) 2017. Acara  Puncak Program WCS 2017 ini berupa Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD), yang mempresentasikan hasil kegiatan dan kolaborasi para Diaspora dengan masing-masing mitra perguruan tinggi dan institusi riset di berbagai daerah. Sebelumnya, program serupa sudah dilakukan pada 2016, dengan mengusung tema Visiting World Class Professor (WCP).

Pembukaan SCKD 2017 dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla; Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir; Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti; Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Jamaluddin Jompa; serta para tamu undangan dari Komisi VII dan Komisi X DPR RI, Dewan Guru Besar Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), pimpinan  perguruan tinggi, dan beberapa kementerian.

Selain mengungkapkan apresiasi bagi para ilmuwan Diaspora, Wapres Jusuf Kalla juga menantang mereka untuk menghasilkan standar baru untuk memajukan pendidikan Indonesia agar sejajar dengan perguruan tinggi berkelas dunia.

“Saya berterimakasih kepada para Diaspora yang tidak hanya memiliki kemampuan luas dan diakui di lingkup internasional, namun juga menjadi pengajar. Pendidikan di Indonesia membutuhkan pengalaman Anda untuk membuat standar baru, sehingga kita tidak hanya menjadi konsumen pendidikan di luar negeri. Ke depan, dengan peran serta Anda semua saya berharap Indonesia dapat memberikan ilmu,” kata Wapres Jusuf Kalla, di Hotel Sultan Jakarta, Kamis , 21 Desember 2017.

Wapres menjelaskan, tidak ada negara yang maju tanpa nilai tambah, dan  nilai tambah membutuhkan teknologi yang merupakan produk dari pendidikan yang berkualitas. Sebagai negara besar, lanjut Wapres Jusuf Kalla, Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu berpengaruh pada dunia, seperti menjadi CEO perusahaan-perusahaan besar yang saat ini banyak didominasi lulusan asal India dan Tiongkok.

Indonesia sebagai salah satu Negara dengan jumlah populasi terbanyak didunia harus mampu meningkatkan perekonomiannya, antara lain melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Wapres Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya opsi untuk membuka Perguruan Tinggi Asing berkelas dunia di Indonesia. Harusnya kerjasama didasarkan kepercayaan, karena dengan mengirimkan anak-anak Indonesia ke luar negeri, kita percaya bahwa perguruan tinggi di luar negeri tersebut, sudah mencapai kelas dunia.

 

Sumber :

 ristekdikti.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *