Kemenristekdikti Bedah Kinerja 2017

Selasa, 16 Januari 2018 | 12:03 WIB


Kemenristekdikti Bedah Kinerja 2017

Menristekdikti saat memberikan paparan kinerja 2017 di Kemenristekdikti

Jakarta, RISET-Pro.

 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) lakukan bedah kinerja 2017 dalam acara temu media bertajuk “Bedah Kinerja 2017, Fokus Kinerja 2018”.  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bersama Para Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal dan Staf Ahli di lingkungan Kemenristekdikti membedah capaian kinerja Kemenristekdikti di tahun 2017 dan mengupas fokus kerja di tahun 2018. Temu media ini dilaksanakan Kamis,  4 Januari 2018 di ruang Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan Jakarta.

Kegiatan tahunan ini  dikemas bersamaan dengan pemberian Anugerah Jurnalis dan Media Kemenristekdikti 2017, sebagai bentuk apresiasi bagi jurnalis dan media yang turut mendiseminasikan program dan kebijakan Kemenristekdikti kepada para pemangku kepentingan.

Acara  dihadiri para pemimpin redaksi, redaktur dan jurnalis dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, Pimpinan Komisi VII dan X DPR RI, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristekdikti, Kepala Badan Amil dan Zakat Nasional, jajaran eselon II di lingkungan Kemenristekdikti dan tamu undangan lainnya.

Menristekdikti mengatakan bahwa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Kemenristekdikti memiliki beberapa program prioritas di bidang pendidikan tinggi, iptek, dan inovasi. Adapun program prioritas tersebut antara lain  : Beasiswa Bidikmisi, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Pengembangan Science Techno Park (STP), Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Pendidikan Magister menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU), World Class Professor (WCP), Peningkatan Publikasi Internasional, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Pendanaan Riset dan Pengembangan, Peningkatan Start Up, serta Peningkatan Inovasi melalui Pendanaan Inovasi Industri dan Perguruan Tinggi, serta program strategis lainnya.

 

 

sumber :

ristekdikti.go.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *