Festival Iklim 2018: LAPAN Dukung Komitmen Pengendalian Perubahan Iklim

Jumat, 19 Januari 2018 | 11:24 WIB


Festival Iklim 2018: LAPAN Dukung Komitmen Pengendalian Perubahan Iklim

Jakarta, RISET-Pro.

 

 

Festival Iklim 2018 dengan tema Tiga Tahun Capaian Pengendalian Perubahan Iklim, berlangsung di Manggala Wanabakti, Jakarta, tanggal 16 dan 17 Januari 2018.

Festival  ini merupakan bagian dari sosialisasi mewujudkan komitmen nasional dalam pengendalian perubahan iklim. Komitmen tersebut yaitu tekad Indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2030 dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan Internasional. Target ini diharapkan dapat membatasi kenaikan suhu bumi di bawah batas dua derajat Celcius sesuai dengan perjanjian Paris dan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2016.

 

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional  (LAPAN)  juga berperan aktif dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Dalam Festival Iklim ini, LAPAN menampilkan berbagai kegiatan terkait pengendalian perubahan iklim. Salah satunya adalah pemanfaatan Radar Sentanu. Sentanu adalah sistem pemantauan hujan berbasis radar yang dimodifikasi dan dikembangkan dari radar kapal. Radar ini dapat memberikan data hujan secara berkelanjutan setiap dua menit. Lapan juga memiliki mobile radar cuaca yang dapat berpindah-pindah tempat karena dipasang di atas bus. Diharapkan, keberadaan radar-radar Lapan dapat mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem.

 

LAPAN juga menampilkan informasi pemantauan kebakaran hutan secara real time berdasarkan data penginderaan jauh. Informasi tersebut dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi smartphone LAPAN: Fire Hotspot. Aplikasi ini digunakan untuk pemantauan hotspot (titik panas) sebagai peringatan dini untuk kebakaran hutan.

 

Di samping itu, LAPAN juga menampilkan hasil pemantauan satelit LAPAN-A2/ LAPAN-Orari dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB. LAPAN-A2 merupakan satelit yang memiliki misi mitigasi bencana. Sementara itu, satelit LAPAN A3 merupakan satelit untuk memantau kondisi lahan pertanian dan mendukung program ketahanan pangan. Satelit ini memberikan informasi terkait pemantauan lahan pertanian musiman khususnya produksi beras. Fokus pemantauan yaitu perolehan hasil panen atau untuk memprediksi musim tanam terbaik. Satelit ini dikembangkan tidak hanya untuk tujuan pertanian, tetapi juga kelautan, perikanan, kehutanan, dan iklim.

 

 

 

 

Sumber :

Lapan.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *