Mutu Jadi Tujuan Utama, Akreditasi Jadi Ukuran

Rabu, 7 Februari 2018 | 22:25 WIB


Mutu Jadi Tujuan Utama, Akreditasi Jadi Ukuran

Bali, RISET-Pro.

 

Revolusi Industri  4.0 dan ekonomi digital merupakan tantangan yang harus disikapi oleh dunia pendidikan tinggi secara cepat dan tepat. Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus mampu adaptif terhadap setiap perubahan mulai dari pengelolaan kelembagaan, riset, kualitas sumber daya dosen, kurikulum maupun mahasiswa. Agar mampu bersaing dalam era Revolusi Industri 4.0.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat membuka Rapat Kerja Daerah Kopertis Wilayah VIII di Bali, Jumat (02/02), mengatakan bahwa saat ini perguruan tinggi baik negeri maupun swasta memiliki nilai yang sama, hal yang membedakan hanyalah sumber dana pengelolaan. Artinya PTS dengan akreditasi A sama nilainya dengan PTN dengan akreditasi A.

“Kita harus merubah paradigma perguruan tinggi ke depan, dikotomi perguruan tinggi swasta dan negeri harus dihilangkan. Mutu jadi tujuan utama sebuah perguruan tinggi dan akreditasi menjadi ukurannya,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir pada kesempatan ini juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo agar perguruan tinggi menjaga budaya mutu, sehingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen bersama antara pimpinan perguran tinggi dan badan pengelola perguruan tinggi.

Dalam sesi tanya jawab dengan peserta Rakerda, Menteri Nasir menyampaikan salah satu upaya meningkatkan mutu perguruan tinggi adalah dengan melakukan penggabungan (merger) perguruan tinggi-perguruan tinggi kecil. Tujuannya adalah agar dihasilkan perguruan tinggi yang lebih sehat dan bermutu. “Saat ini sudah ada 3 perguruan tinggi yang melakukan merger. Jika yayasan perguruan tingginya sama akan lebih mudah untuk bergabung,” tutur Menteri Nasir.

 

Sumber :

Kemeristekdikti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *