Kemenristekdikti – IAEA Kerjasama Pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Damai

Jumat, 9 Februari 2018 | 19:28 WIB


Kemenristekdikti  –  IAEA  Kerjasama Pemanfaatan Teknologi Nuklir Untuk Damai

Jakarta, RISET-Pro.

 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dan  Dirjen IAEA Yukiya Amano, lakukan penandatanganan Practical Arrangement untuk memperkuat komitmen kerjasama antara Indonesia dengan IAEA dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk damai. Penandatanganan ini  dihadiri oleh Duta Besar Indonesia Untuk Austria yang juga Ketua Board of Governor (BOG) Darmansjah Djumala, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Indonesia (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala Badan Pengawas Energi Nuklir Indonesia (BAPETEN) Jazi Eko Istiyanto, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produkvitias Agus Puji Prasetyono, dan Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Pannen serta Eselon II di lingkungan Kemenristekdikti.

Di acara penandatanganan Practical Arrangement, Senin (5/2), di Gedung D Kemenristekdikti Senayan, Menteri Nasir mengatakan bahwa penandatangan ini memang dipandang perlu untuk mendorong kerjasama teknis antara negara-negara berkembang dan penguatan South-South cooperation (kerjasama antar negara-negara di bagian selatan).

“Dengan adanya penandatanganan ini, Indonesia dapat lebih mendukung IAEA untuk berbagi dan memberikan kapasitas ke negara lain. Ini juga akan memiliki dampak yang berlipat, sesuai dengan mandat utama IAEA untuk mengupayakan dan memperluas kontribusi energi nuklir untuk perdamaian, kesehatan dan kesejahteraan di seluruh dunia,” tutur Nasir.

Nasir menambahkan IAEA memiliki peran sentral yang penting dalam mendorong penggunaan energi nuklir untuk perdamaian, termasuk diantara negara-negara berkembang. Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan IAEA selama 61 tahun. Tercatat sebanyak 9 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) berkaitan langsung dengan lingkup kompetensi IAEA.

Untuk mencapai swasembada pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Indonesia, dengan dukungan IAEA, telah mengembangkan dua proyek penting. Proyek pertama berkaitan dengan mengintensifkan kualitas produksi kedelai untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usaha tani kedelai. Proyek kedua melibatkan penggunaan teknik nuklir, seperti uji radio immuno dan isotop stabil untuk meningkatkan produksi ternak dan memperbaiki pengelolaan pakan berbasis lokal. Sasarannya adalah komunitas petani kecil di 74 SPR (Sekolah Petani Rakyat) di seluruh Indonesia. SPRs adalah proyek yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2013.

 

 

 

sumber :

ristekdikti.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *