Pekanbaru, RISET-Pro.

 

RISET-Pro (Research and Innovation in Science and Technology – Project), mengadakan kegiatan Workshop Penguatan Agribisnis TP Pelalawan di Riau, 20-22 September 2018. Menurut Yani Sofian, Koordinator Sub komponen 1.B.3.1/ STP, kegiatan workshop ini bertujuan , pertama eksplorasi ekosistem bisnis Kelapa Sawit baik nasional/ internasional, khususnya ekosistem yang akan berkaitan dengan TP Pelalawan. Kedua , menemukan area kerja strategis IBT Pelalawan dan merumuskan repositioning-nya dalam kancah bisnis Kelapa nasional internasional. Dan Ketiga, menghasilkan rekomendasi program kerja utk menguatkan peran IBT Pelalawan dalam ekosistem bisnis Kelapa Sawit.

Dalam Workshop dirumuskan bagaimana  inkubator Agribisnis untuk memperlancar proses penciptaan usaha-usaha baru, terutama usaha-usaha yang berkaitan erat dengan pembangunan TP Pelalawan,  menjadi salah satu bagian dalam proses pendidikan dan pelatihan, terutama belajar secara nyata tentang bagaimana mengupayakan penciptaan nilai tambah (Value Added Creation), peningkatan profesionalisme (to be professionalisme), bertanggungjawab (tobe comitted), menciptakan wirausaha yang handal, dan membentuk komunitas bisnis (Bisnis Society) di masyarakat.

Riau sebagai tempat pelaksana acara ,memiliki tiga science techno park. Science Techno Park (STP)  merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya dengan mempromosikan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan. Ketiga kawasan yang dikelola berada di Kabupaten Kampar, Pelalawan dan Siak.  Untuk Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan, fokus di bidang industri hilir kelapa sawit. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan produk turunan kelapa sawit di daerah Pelalawan yang produktif dan ramah lingkungan

Dengan keberadaan tiga Science Techno Park ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Dan hasilnya dalam tiga tahun terakhir, kesejahteraan masyarakat Riau sudah mengalami peningkatan. Hal itu dapat dilihat dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunnya persentase penduduk miskin. IPM Riau mencapai 71,79 persen pada 2017. Angka itu lebih tinggi dari IPM Nasional. Begitu juga dengan jumlah penduduk miskin. Pada 2015, jumlah penduduk miskin di Riau 8,82%. danmengalami penurunan menjadi 7,41 % pada 2017. ini merupakan dampak dari penerapan inovasi adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Selama 3 tahun terakhir.**(AHH/9/18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *