BAPETEN Gandeng IAEA Tingkatkan Kualitas Proteksi Radiasi

Jakarta, RISET-Pro.

Guna mendapatkan pandangan independen dari IAEA sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas dari pelaksanaan proteksi radiasi bagi para pekerja di Indonesia, BAPETEN bekerja sama dengan IAEA menggelar Occupational Radiation Protection Appraisal Services (ORPAS) Mission, di Kantor Pusat BAPETEN, Jakarta, Senin (5/11/2018) pagi.

Sekretaris Utama BAPETEN,  Hendriyanto Hadi Tjahyono, membuka resmi acara ini didampingi Ketua Tim ORPAS M.H. Kharita, Delegasi IAEA H.B. Okyar, serta Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Ishak Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi yang disampaikan oleh expert IAEA, saat gelaran IRRS Mission agar Indonesia turut mengadakan misi ORPAS.

Pada kesempatan ini BAPETEN melibatkan banyak pihak termasuk sejumlah entitas besar yang hadir seperti badan regulator terutama BAPETEN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan khususnya Perhubungan Udara, instansi yang memberikan layananan terkait dengan dosimetri dan kalibrasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta pengguna seperti kalangan rumah sakit, industri, dan perusahaan yang menghasilkan Tenorm.

Review pertemuan  dilaksanakan oleh IAEA dengan melibatkan expert dari perwakilan sejumlah negara anggota seperti Filipina, Malaysia, Jepang, Thailand, Bangladesh, Australia, dan Korea Selatan.

 

Sumber :

https://www.bapeten.go.id/berita/bapeten-gandeng-iaea-tingkatkan-kualitas-proteksi-radiasi-163238

 

Budaya Keselamatan, Penyegaran Proteksi dan Keselamatan Radiasi

Serpong, RISET-Pro.

Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) mengadakan Focus Group Discussion: Budaya Keselamatan,Penyegaran Proteksi dan Keselamatan Radiasi, Nuclear Knowledge Management  dan Sosialisasi Website e-maju. Budaya keselamatan adalah budaya yang terbentuk baik secara individu maupun sistem yang mengutamakan pertimbangan keselamatan dalam setiap tugas dan kegiatan yang dilakukan. Setiap individu memiliki pengetahuan dan memahami pola implementasi keselamatan dalam skala individu dan manajemen. Penerapan budaya keselamatan selaras dengan amanah reformasi birokrasi dengan sasaran mengubah pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture-set). Perubahan perilaku ini akan memberi dampak pada meningkatnya produktivitas kerja organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan Penilaian Diri merupakan bagian dari pengukuran tingkat budaya keselamatan yang sudah berjalan dan diterapkan di PSTBM. Penilaian diri Budaya Keselamatan merupakan Upaya yang dilakukan oleh Manajemen Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) dalam rangka pemenuhan Peraturan Kepala BATAN No. 200/KA/X/2012, tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Budaya Keselamatan. Penilaian diri budaya keselamatan dilakukan oleh seluruh pegawai PSTBM, untuk memperoleh informasi tentang penerapan budaya keselamatan pada tataran individu sampai tingkat manajemen yang merupakan cerminan dari tingkat budaya keselamatan di PSTBM.

Informasi tingkat budaya keselamatan di PSTBM yang diperoleh dari kegiatan penilaian diri budaya keselamatan sangat penting sebagai dasar evaluasi penerapan budaya keselamatan yang telah dilakukan selama ini sehingga tingkat budaya keselamatan di PSTBM makin meningkat di masa yang akan datang. Penerapan budaya keselamatan dalam pengelolaan instalasi nuklir di BATAN memerlukan perubahan perilaku keselamatan seluruh individu dalam organisasi.Kegiatan penyegaran pengetahuan keselamatan radiasi dan K3 Umum merupakan kegiatan yang sangat baik dilakukan untuk lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan.
Saat kegiatan penelitian dilakukan oleh karyawan, potensi bahaya yang terjadi selalu harus diwaspadai terutama berkaitan dengan radiasi. Perilaku yang aman sesuai aturan keselamatan sangat penting untuk dilakukan sehingga setiap kegiatan yang dilakukan terjamin keamanan dan keselamatannya baik bagi individu maupun lingkungan tempat bekerja. Dengan dilakukan penyegaran pengetahuan dan pemahaman tentang keselamatan radiasi dan K3 Umum ini maka karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif, efisien dan rasa aman karena telah bekerja sesuai aturan dan prosedur keselamatan sehingga produktifitas karyawan PSTBM diharapkan lebih meningkat.
Disamping itu, BATAN saat ini sedang fokus untuk sosialisasi program Nuclear Knowledge Management (NKM). Program terangkum di portal NKM yang terdiri dari program community of practice, kegiatan magang, coaching and mentoring, pembuatan media, dan lain sebagainya. Program ini perlu disosialisasikan kepada pegawai di PSTBM BATAN mengingat tidak boleh terjadi knowledge loss yang berakibat pada terbatasnya ruang gerak organisasi hingga kelumpuhan organisasi. Selanjutnya, berkaitan dengan tambahan pengetahuan untuk pegawai, kesempatan untuk melakukan kunjungan ke luar negeri tidak secara menyeluruh didapatkan oleh pegawai PSTBM BATAN. Perlunya sharing knowledge berkaitan dengan kegiatan kunjungan luar negeri ini perlu diperhatikan untuk menunjang berjalannya manajemen pengetahuan. Pegawai yang mendapat tugas untuk kunjungan luar negeri diharapkan mampu berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide baru untuk kemajuan PSTBM-BATAN. Kegiatan presentasi hasil kunjungan luar negeri harus diadakan untuk terjadinya sharing knowledge dan diskusi yang membangun kegiatan penelitian di PSTBM BATAN.
Selanjutnya, dalam rangka optimalisasi pelayanan publik bersifat PNBP di PSTBM telah dilakukan pengembangan website e-maju. E-maju merupakan website yang memberikan pelayanan pengujian di Laboratorium Uji Material (LUM)-PSTBM dan pembimbingan mahasiswa (tugas akhir dan PKL). Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para stakeholder terkait penggunaan website ini. Para stakeholder dapat mengajukan layanan pengujian dengan mengirim permohonan pengujian melalui e-maju sampai terbitnya sertifikat pengujian. Dalam website e-maju tersebut, stakeholder juga dapat memantau status pantau pengujian secara real time. Untuk pembimbingan mahasiswa, website e-maju memberikan informasi secara mendetail tentang topik bimbingan beserta nama pembimbing yang tersedia.

Sumber :

www.batan.go.id

BAPETEN Gandeng Tenaga Ahli Rusia

Jakarta, RISET-Pro

BAPETEN menggelar Workshop on Nuclear Safety Regulation dengan menggandeng tenaga ahli dari Rostechnadzor Rusia. Workshop yang akan berlangsung selama 2 hari ini, dibuka oleh Kepala BAPETEN, Jazi Eko Istiyanto,(Rabu, 3/10/2018), didampingi Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir, Yus Rusdian Akhmad.
“Workshop ini sebagai implementasi dari MoU yang ditandatangani antara BAPETEN dan Rostechnadzor beberapa waktu yang lau. Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat untuk menyiapkan kerangka kerjasama di bidang peraturan keselamatan nuklir dan radiasi, serta unsur pengawasannya”, demikian kata Jazi membuka sambutannya.
Lebih lanjut, Jazi menyampaikan bahwa tujuan dari lokakarya ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan dan konstruksi PLTN, khususnya untuk teknologi PLTN terapung, di mana Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai prospek yang potensial di masa depan. “Saya yakin workshop ini akan sangat bermanfaat, khususnya bagi kami dalam mempersiapkan dan mengembangkan peraturan yang terkait dengan PLTN terapung tersebut”, tutur Jazi mengungkapkan.

Sebelumnya, Mr. Alexey Utenkov selaku Deputy Head of International Relations Department – Head of Division for Assistance in Regulatory Infrastructure Development; menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya workshop ini, sehingga bisa hadir di sini untuk menyampaikan pengalaman  di Rusia. “Kami berharap dari hasil diskusi dan pengalaman yang telah kami miliki dapat berguna untuk bangsa Indonesia dalam mengembangkan peraturan keselamatan nuklir” ujarnya.

Lebih lanjut Jazi menyampaikan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi oleh sebagian besar negara yang merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir adalah masalah penerimaan publik. Pertanyaan yang sering muncul adalah kompetensi pengembangan teknologi, ketersediaan sumber bahan baku, kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan limbah. Oleh karena itu, berbagi pengalaman tentang tantangan dari negara yang telah mengembangkan teknologi ini sebelumnya, sangatlah penting.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin mendorong kerja sama yang lebih kuat dengan berbagai, dalam rangka meningkatkan kemampuan pengaturan kami. Saya yakin bahwa kita semua dapat saling bekerja bersama untuk keperluan tersebut. Akhirnya, saya berharap Anda semua memiliki lokakarya dan diskusi yang bermanfaat” tukas Jazi mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi  Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN, Judi Pramono, yang bertindak selaku pengampu workshop ini menyampaikan bahwa saat ini belum ada yang peraturan bisa dirujuk terkait PLTN terapung, termasuk belum adanya publikasi dari IAEA. Karena itu, pengalaman Rusia dalam mengoperasikan PLTN terapung bisa menjadi rujukan. “Wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan terbatasnya pasokan listrik dari PLN, dapat menjadi alternatif dalam penyediaan energi listrik melalui PLTN terapung, yang selama ini masih menggunakan diesel”, kata Judi disela-sela acara tersebut.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari BATAN, BPPT, APRONUKI, PT. PAL, PT. INUKI dan juga BAPETEN. Diharapkan workshop ini dapat memberikan gambaran secara komprehensif untuk penyiapan rencana peraturan tentang PLTN terapung di masa yang akan datang.

Sumber :

www.bapeten.go.id

LAPAN Tampilkan Visual Kota Palu dari Citra Satelit

Jakarta, RISET-Pro

 

Gabungan Tim LAPAN, ITB, dan AIT Thailand berhasil menghitung lebih dari 5000 bangunan rusak akibat gempa yang terjadi di Palu dan Donggala. Tim baru menghitung sebagian wilayah yang terpotret citra satelit. Data satelit yang digunakan adalah Satelit Pleiades tanggal 6 Juli 2018 (sebelum gempa) yang diterima oleh Stasiun Bumi LAPAN di Parepare dan tanggal 30 September 2018 (setelah gempa) yang diterima oleh Internasional Disaster Charter.

Metode yang digunakan adalah interpretasi visual dengan membandingkan data citra satelit sebelum dan sesudah gempa. Hasil perhitungan menunjukkan adanya 418 rusak di Kabupaten Donggala, dan 2403 di Palu. Sedang yang kemungkinan rusak adalah 315 di Donggala dan 2010 di Palu. Data kerusakan kemungkinan lebih banyak lagi karena belum seluruh wilayah dampak gempa terpotret dari citra satelit. Dari total 5146 bangunan rusak yg terdata, 1045 bangunan terdapat di Perumnas Balaroa yang amblas dengan luasan sekitar 47.8 Ha.

Tim gabungan ini masih terus bekerja dengan data- data satelit lainnya dan terus berkomunikasi dengan komunitas internasional disaster charter.

 

 

Sumber : lapan.go.id

LIPI – BATAN Kembangkan Metode Terapi Radiasi Kanker

Bandar Lampung, RISET-Pro.

 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan metode baru terapi kanker melalui teknologi Boron Neutron Capture Technology (BNCT). “Teknologi ini membunuh sel kanker lewat metode terapi radiasi dengan  tangkapan neutron dari atom boron yang dimasukkan  di sel kanker, sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti kemoterapi,” jelas Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri  Handoko  di Bandar Lampung.

BNCT (Boron Neutron Capture Cancer Therapy) adalah salah satu metode terapi yang dapat menjangkau sampai akar sel. Empat keunggulan terapi BNCT yaitu, Boron untuk batas tertentu bukan merupakan unsur yang toxic, Boron hanya terdeposit di lokasi sel kanker yang teraktivasi oleh neutron, Partikel Alfa yang dipancarkan oleh Boron yang teraktivasi mempunyai jangkauan hanya dalam orde beberapa micro meter sehingga perusakan jaringan kanker bersifat lokal dan jaringan sehat tetap aman dan Boron yang teraktivasi mempunyai umur  beberapa nano detik sehingga dalam sekejap aktivitasnya nol.

Menurut Handoko,  teknologi ini belum banyak digunakan di seluruh dunia dan baru ada di dua rumah sakit di Jepang. “Kami coba kembangkan di Indonesia supaya bisa diproduksi dengan komponen lokal,” jelasnya. Riset  metode BNCT saat ini masih dalam tahap pembuatan desain kolimator dengan material nikel. Komponen itu berupa sistem optis untuk mengarahkan sinar radiasi yang akan ditembakkan pada sel kanker. “Pembuatan kolimator dilakukan di Balai Penelitian Teknologi Mineral LIPI di Tanjung Bintang, Lampung. Kolimator dibuat dengan material nikel murni kadar 90-95 persen,” papar Doktor lulusan Universitas Kumamoto, Jepang.

Secara teknis, keberhasilan aplikasi terapi BNCT ditentukan oleh ketersediaan senyawa Boron dan sumber neutron. Dari hasil penelitian yang dikembangkan oleh para pakar telah terpilih senyawa berbasis analog kurkumin sebagai carier untuk membawa Boron ke sel kanker. Senyawa tersebut berupa mitokimia yang berpotensi sebagai senyawa anti kanker terutama kanker payudara yang dapat mengenali target secara spesifik. Sedang sebagai sumber energi untuk mematikan penyakit kanker adalah neutron dari Accellerator Driven Compact Neutron Generator (CNG) yang sudah proven dan lebih fleksibel digunakan di rumah sakit. Pada tahap penelitian, sementara digunakan fasilitas Reaktor Nuklir Kartini di Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan secara paralel dikembangkan komponen kandungan lokal sebagai penyusun CNG.

Secara terpisah Ir. Agus Puji Prasetyono, Staf Ahli Menristekdikti menyampaikan terapi kanker ini memiliki tingkat generasi teknologi sangat modern.. “Keberhasilan pengembangan BNCT ini telah mengangkat beberapa negara maju seperti Jepang, Taiwan, Amerika, dan beberapa negara di Eropa dalam pengembangan obat kanker,” Ujar Agus.  Hal ini mendorong beberapa peneliti di Indonesia untuk berkomitmen dalam mengembangkan BNCT di Indonesia. Tahun 2014 telah terbentuk tim konsorsium Sistem Inovasi Nasional oleh Kementerian Riset dan Teknologi dengan judul “Pengembangan Teknologi dan Aplikasi Boron Neutron Capture Cancer Therapy dengan Compact Neutron Generator”.

Mengingat kanker adalah pembunuh umat manusia nomor dua setelah jantung dan untuk terapinya hingga sampai saat ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut baik kapasitas dan kualitasnya, maka kehadiran teknologi BNCT di Indonesia akan melengkapi sarana penunjang medik terapi kanker.

 

referensi :

lipi.go.id

ristekdikti.go.id