Rumusan Indeks Kinerja Utama pada Alih Teknologi Non- linier

Medan, RISET-Pro.

Pengukuran kinerja dari suatu alih teknologi dapat digunakan dengan berbagai cara tetapi apakah cara tersebut sesuai dan dapat meberikan hasil yang sesuai dengan teknologi yang dihasilkan. Permasalahan ini dihadapi oleh LPNK dimana 24 Triliyun dana yang keluarkan kepada LPNK tetapi tidak memberikan pengembalian yang sesuai atau masih sangat kecil. Pengukuran hanya berdasarkan biaya pembuata teknologi masih sangat sederhana karena tidak melihat dampak jangka penjang bila teknologi itu digunakan.

Menurut Prof Eriyatno ,Syarat perumusan Indeks Kinerja Utama (IKU) yang multi guna adalah adaptasi efisiensi dan futuristik. Adaptasi merupakan kemampuan untuk menyesuaikan setiap perubahan yang terjadi dengan tetap mempertahankan fungsi dan misinya. Efisiensi terkait dengan penggunaan sumberdaya termasuk sarana dan prasarana.

Futuristik mempunyai prospektif masa depan dengan baik sehingga memudahkan untuk menyusun aturan lanjutan ataupun turunan dari visinya. IKU harus bersifat dinamik dan tidak bersifat statis karena menggunakan teknologi based.

“IKU terhubung dengan strategi nasional untuk menumbuhkembangkan komersialisasi teknologi yang berkemampuan untuk memperluas lapangan kerja. Strategi Pull teknologi harus dilakukan dengan melihat permintaan atau keinginan pasar dari teknologi yang dihasilkan sehingga teknologi yang dihasilkan sudah memiliki pasar,” ujar Ery di Medan, disela sela acara Workshop 1 B.3.2. (15/11/2018).

IKU harus terlepas dari kegiatan politik dan arahan teknologi yang kritis dari segi ekonomi sehingga teknologi yang dihasilkan dapat dinilai secara benar. Dialam alih teknologi yang paling penting adalah efektifitas bukan efisiensi. Ukuran dari efektifitas diantaranya adalah market impact dan public value.

Banyak faktor yang harus diperhatikan didalam penentuan IKU sehingga diperlukan instrumen yang dapat menghitung secara cepat dan melihat seluruh faktor tersebut. Kegiatan alih teknologi ini memiliki dampak yang besar bagi perekonomian nasional sehingga setiap teknologi yang dihasilkan harus dapat diukur agar pada saat dikomersialisasikan dapat diterima di masyarakat dan menguntungkan bagi inventor.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *