Program beasiswa bergelar dan non gelar Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro) memiliki alumni yang tersebar di berbagai instansi, salah satunya di LIPI.  Kunjungan alumni RISET-Pro LIPI merupakan langkah positif untuk mendapatkan pemahaman terkait implementasi pengalaman dan pengetahuan yang didapat oleh alumni selama masa studi. Riset yang dilakukan diharapkan dapat bermanfaat untuk kemajuan bangsa” ungkap Heru Santoso, selaku Kepala Biro Organisasi Sumber Daya Manusia (BOSDM) pada saat kunjungan  alumni ke Pusat Penelitian kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden, Selasa, (12/11) di Cibinong.

Adhi Putranto, selaku Kepala Sub Bidang Evaluasi Kualifikasi SDM IPTEK, Kemenristekdikti menjelaskan, kunjungan ini merupakan bentuk evaluasi tindaklanjut program riset. “World Bank selaku penyandang dana membutuhkan laporan manfaat program pendanaan RISET-Pro yang telah diberikan dan dirasakan oleh peneliti, baik bagi dirinya sendiri maupun instansinya”, ungkap Adhi. Lanjut Adhi, berharap manfaat program RISET-Pro dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kinerja instansi dalam wujud kerja sama riset, peningkatan kapasitas dan kompetensi teknis peneliti.

Site Visit ke Pusat Penelitian

Diawali dengan kunjungan ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Ahmad Fathoni, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, sekaligus alumni program RISET-Pro mengemukakan bahwa program pengecekan kegiatan alumni wajar dilakukan untuk melihat sejauh mana program berdampak pada karir penerima beasiswa. Lanjut Fathoni, “alumni bergelar doktor dari luar negeri diharapkan dapat memimpin kegiatan dan dapat mencari dana eksternal selain publikasi internasional”. Pada kunjungan ini peserta diajak melihat Laboratorium Genetika Molekuler dan Modifikasi Jalur Biosintesis Tanaman, serta melihat koleksi tanaman ubi kayu yg dimiliki, mulai dari yang kaya beta karoten hingga kaya pati.

Program beasiswa bergelar dan non gelar Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro) memiliki alumni yang tersebar di berbagai instansi, salah satunya di LIPI.  Kunjungan alumni RISET-Pro LIPI merupakan langkah positif untuk mendapatkan pemahaman terkait implementasi pengalaman dan pengetahuan yang didapat oleh alumni selama masa studi. Riset yang dilakukan diharapkan dapat bermanfaat untuk kemajuan bangsa” ungkap Heru Santoso, selaku Kepala Biro Organisasi Sumber Daya Manusia (BOSDM) pada saat kunjungan  alumni ke Pusat Penelitian kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden, Selasa, (12/11) di Cibinong.

Kunjungan riset pro

Adhi Putranto, selaku Kepala Sub Bidang Evaluasi Kualifikasi SDM IPTEK, Kemenristekdikti menjelaskan, kunjungan ini merupakan bentuk evaluasi tindaklanjut program riset. “World Bank selaku penyandang dana membutuhkan laporan manfaat program pendanaan RISET-Pro yang telah diberikan dan dirasakan oleh peneliti, baik bagi dirinya sendiri maupun instansinya”, ungkap Adhi.  Lanjut Adhi, berharap manfaat program RISET-Pro dapat memberikan kontribusi untuk  meningkatkan kinerja instansi dalam wujud kerja sama riset, peningkatan kapasitas dan kompetensi teknis peneliti.

Site Visit ke Pusat Penelitian

Diawali dengan kunjungan ke Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Ahmad Fathoni, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, sekaligus alumni program RISET-Pro mengemukakan  bahwa program pengecekan kegiatan alumni  wajar dilakukan untuk melihat sejauh mana program berdampak pada karir penerima beasiswa.  Lanjut Fathoni, “alumni bergelar doktor dari luar negeri diharapkan dapat memimpin kegiatan dan dapat mencari dana eksternal selain publikasi internasional”.  Pada kunjungan ini peserta diajak  melihat Laboratorium Genetika Molekuler dan Modifikasi Jalur Biosintesis Tanaman, serta melihat koleksi tanaman ubi kayu yg dimiliki, mulai dari yang kaya beta karoten hingga kaya pati.

riset pro2

Kunjungan berikutnya ke Pusat Penelitian Biomaterial, Riksfardini Annisa Ermawar selaku Peneliti memaparkan “iLab ini penting untuk mengembangkan produk, dimana setiap produk ada tingkat readiness-nya untuk diterima di masyarakat. Sebelum ada iLab, setelah ada kesiapan teknologi mungkin akan ada peningkatan berkisar di tingkat 3, 4,5.” Lanjutnya, “kedepannya dapat ke tingkat 7, 8, bahkan ke tingkat 9, pembangunan iLab yang saat ini sudah 90% nantinya akan memiliki proses dalam menstandarisasi sebuah produk baru dengan  mengkarakterisasi bahan baku yang akan dijadikan bioproduk, membuat teknologinya atau formulasinya, dan uji produk. Jika diperlukan, kami dapat membuatkan sertifikasi produknya, termasuk pengembangan produk uji yang terstandarisasi”, ungkap Dini. Didampingi oleh Danang Sudarwoko Adi, Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, peserta berkesempatan mengunjungi Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium dan Pengujian Sifat Mekanis, dan diperlihatkan salah satu produk, yaitu sepeda kayu lengkung yang sudah lolos uji, ‘dengan pelengkungan menggunakan teknologi dari laboratorium Puslit Bioteknologi” tutur Danang.

Kunjungan terakhir di Pusat Penelitian Biologi LIPI, peserta alumni RISET-Pro, peserta memberikan presentasi dan diskusi berbagai pengalaman selama mengikuti Program RISET-Pro. Nurul Fitri Sari, Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi, alumni RISET-Pro tahun 2016, yang mendapatkan beasiswa pelatihan non gelar selama 3 bulan di Queen’s University Belfast Inggris. Memilih bidang peternakan terkait mikroba rumen dengan pendekatan moleculer, karena bidang ilmu tersebut masih sangat jarang dipelajari di Indonesia. Pelatihan tersebut memberikan manfaat positif secara teknik terhadap peningkatan kapabilitas riset, memperluas networking serta kemampuan berkomunikasi dan manajemen riset.

Danang Sudarwoko Adi, Peneliti dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI dan Ratna Sari Dewi, Peneliti dari Badan Informasi Geospasial, alumni program bergelar Magister dan Doktor pada tahun 2016.  Selain dapat meningkatkan kualifikasi pendidikan, program tersebut mampu menciptakan kerja sama riset, meningkatkan pendanaan riset baik dari dalam dan luar negeri, serta meningkatkan publikasi ilmiah sebagai upaya penyebaran informasi hasil riset.

Sebagai informasi, Program RISET-Pro merupakan kerja sama pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenristekdikti dengan World Bank, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam pembangunan ekonomi berbasis Ilmu Pengetahuan (Iptek). Program RISET-Pro dilaksanakan di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam kegiatan riset dan inovasi ,sehingga tercipta iklim yang kondusif bagi perkembangan Iptek di Indonesia.(Humas  Cibinong LIPI)

Sumber: https://bosdm.lipi.go.id/?p=1174