FK-KMK UGM. Peneliti bidang Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Nungki Anggorowati, SpPA., berkesempatan mengikuti  program pelatihan tata kelola diagnostik dan penelitian molekuler tingkat dunia, yang digelar Nottingham-Indonesia Collaboration in Cancer Research and Training (NICCRAT), di United Kingdom, 21 September – 17 Oktober 2019 lalu.

Salah satu peneliti FK-KMK UGM dengan bidang kepakaran Onkologi Medis, dr. Susanna Hilda Hutajulu, Sp.PD., Ph.D., menyatakan bahwa  program pelatihan yang digelar tersebut merupakan kesempatan besar untuk mempelajari tata kelola diagnostik dan penelitian molekuler di pusat kelas dunia. “Semoga inisiasi NICCRAT ini bisa menyatukan banyak lembaga pendidikan Indonesia dengan Universitas Nottingham, dan akan menarik perhatian serta dukungan dari lembaga donor untuk merangsang kolaborasi dalam pelatihan dan penelitian untuk mendapatkan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan”, ujarnya. Sebagai salah satu mitra utama dalam inisiatif NICCRAT, dr. Susana juga menyatakan bahwa NICCRAT telah mengajukan beberapa hibah penelitian untuk mengimplementasikan tes diagnostik molekuler yang dikembangkan di lingkungan klinis Indonesia.

Selama 4 minggu, Kelompok Penelitian Patologi Molekuler, yang dipimpin oleh Profesor Mohammad Ilyas, dari School of Medicine, University of Nottingham, memberikan pelatihan mendalam tentang Diagnostik Molekuler untuk Pengobatan Presisi: Pengembangan dan Aplikasi Klinis, sebagai bagian dari suatu portofolio kegiatan dengan Lembaga Indonesia.

“Kami sangat senang bahwa rekan kerja Indonesia kami memilih Nottingham untuk pelatihan ini. Ini adalah bagian dari portofolio besar kegiatan antara kami dan kolega di Indonesia yang kami harapkan bisa menghasilkan pertukaran pengetahuan dua arah dan inovasi di bidang patologi molekuler ”, ungkap Prof. Ilyas.

Kepesertaan program pelatihan ini didanai sepenuhnya oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) melalui skema Proyek Penelitian dan Inovasi dalam Sains dan Teknologi (Riset-Pro). FK-KMK UGM berkesempatan menjadi bagian dari sepuluh delegasi lain dari Indonesia, di antaranya adalah LIPI, Universitas Indonesia (UI), maupun Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan dipimpin oleh Dr. Wien Kusharyoto dari Pusat Penelitian Bioteknologi, Universitas Indonesia.

“Kursus ini memberi kami pengetahuan mendalam tentang prinsip dan metodologi yang dapat membantu penelitian kami dalam pengembangan diagnostik molekuler baru untuk penyakit menular dan tidak menular. Kami juga ingin mengembangkan kolaborasi penelitian dengan University of Nottingham, khususnya dalam diagnosa molekuler kanker untuk implementasi di Indonesia ”, ungkapnya.

Pada minggu pertama, para delegasi menghadiri Molecular Diagnostics Training School and Image Analysis Training School (keduanya disampaikan oleh The Nottingham Molecular Pathology Node (NMPN) dan didukung oleh The Pathological Society of Great Britain and Ireland serta beberapa sponsor industri). Di pelatihan, mereka bertemu Prof Jo Martin, Presiden Royal College of Pathologists di Inggris. Pada minggu-minggu berikutnya, para delegasi berpartisipasi dalam kegiatan tutorial di rumah, yang mencakup teori kanker, bioinformatika dan desain eksperimental serta sesi praktik langsung teknik molekuler di laboratorium. Kursus ditutup dengan pelatihan keterampilan tata kelola penelitian dan keterampilan komunikasi.

Kegiatan pelatihan selanjutnya akan digelar tahun 2020 mendatang. Bahkan, pada Desember 2019, Departemen Patologi Anatomi FK-KMK UGM akan menggandeng NICCRAT untuk memberikan Masterclass Patologi Diagnostik dalam Penyakit Gastrointestinal. Pada bulan itu juga, proyek INDiPath (Indonesia Digital Pathology) akan dimulai dengan menggadeng IPAI, sebuah AI Yordania dan teknologi start-up, 4 pemindai digital berbiaya rendah akan digunakan di 3 pulau di Indonesia (Jawa, Sumatra dan Sulawesi) yang memungkinkan empat laboratorium patologi terhubung secara digital ke NMPN.

 

Sumber:

https://fk.ugm.ac.id/peneliti-fk-kmk-belajar-diagnostik-molekuler-tingkat-dunia/

Lainnya:

https://jateng.tribunnews.com/2019/10/21/dosen-fakultas-farmasi-ump-purwokerto-inisiasi-dan-berpartisipasi-dalam-program-kerjasama-niccrat